Kamis, 24 Mei 2018

OJK: Investasi Pohon Jati Usaha Hitam

OJK: Investasi Pohon Jati Usaha Hitam - Otoritas Layanan Keuangan (OJK) menginformasikan usaha investasi tanam pohon jati yang ramai di beberapa daerah menjadi usaha hitam. Penduduk disuruh tidak tergoda memberikan investasi pada agen yang sudah sempat mencatut nama OJK itu.

Image result for OJK: Investasi Pohon Jati Usaha Hitam 

Kepala Kantor OJK Kediri Slamet Wibowo menjelaskan usaha investasi menanam pohon jati yang sering di tawarkan di beberapa seminar serta iklan mass media mempunyai resiko keamanan tinggi. Team OJK yang sudah lakukan pencarian usaha itu tidak temukan tempat tempat jati yang dijanjikan.

“Kita bubarkan acara mereka di Kediri sebab memiliki kandungan penipuan,” kata Slamet pada Tempo, Selasa 24 Mei 2016.

Slamet menuturkan perusahaan investasi itu tawarkan pada penduduk untuk berinvestasi menanam pohon jati. Dalam ajakan itu, penduduk disuruh mendaftarkan jadi peserta dengan membayar beberapa uang serta akan langsung terdaftar menjadi pemegang hak tanaman jati di satu tempat. Selain itu, anggota yang telah tercatat serta ajak orang yang lain untuk masuk akan mendapatkan komisi dari perusahaan.

Dalam operasinya, usaha ini mempunyai banyak nama yang ditunjuk menjadi kedok. Mereka sering lakukan seminar di hotel serta rumah makan untuk mengundang massa serta mengenalkan usaha investasi menanam pohon jati dengan pengembalian hasil yang cepat serta besar. “Mereka lakukan seminar di hotel sebab tidak memerlukan izin kepolisian,” kata Slamet.

Ia memberikan, salah satunya pekerjaan seminar ini sudah sempat dibubarkan OJK serta Kepolisian Resor Kota Kediri di Hotel Insummo pada Februari 2016 kemarin. Seminar yang bertopik Pergerakan Amankan Bumi ini diprakarsai oleh beberapa perusahaan seperti Mulia Sejahtera, Green Warrior serta I-Gist. Untuk mengundang perhatian penduduk, mereka memberikan logo OJK dalam banner publikasi.

Tidak hanya waspada usaha investasi pohon jati, OJK Kediri ikut minta penduduk tidak tertipu usaha Koperasi Pandawa yang beroperasi di Trenggalek. Koperasi ini diyakinkan tidak mempunyai legalitas serta menjalankan praktek abal-abal dengan menerbitkan surat pelunasan hutang bank dengan imbalan uang pendaftaran.

Dari penyidikan OJK serta Kepolisian Resor Trenggalek, koperasi itu di pimpin oleh seorang bernama Mujais yang bertempat di Malang. Mujais tawarkan pada beberapa debitor bank yang mempunyai utang untuk mendaftarkan ke koperasinya. Setelah itu koperasi itu akan menerbitkan surat lunas serta menggantikan penyelesaian credit mereka. Usaha ini mengundang perhatian banyak anggota dari Trenggalek, Malang, Ponorogo, Tulungagung, Jember, Banyuwangi, sampai Sidoarjo.

“Setelah kita selidiki nyatanya orang ini miliki credit macet di Bank Mandiri sebesar Rp 2,4 miliar,” kata Slamet.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kediri Djoko Raharto menjelaskan ada tiga perihal yang perlu dicermati penduduk dalam terima penawaran usaha investasi. Pertama perhitungan imbal layanan, yaitu bila kompensasi yang dikasihkan sangat tinggi jelas adalah penipuan.

Menjadi patokan, nilai suku bunga sekarang ini sekitar 7,5–8 % per tahun. Bila perusahaan itu tawarkan jauh di atasnya jadi mesti berhati-hati. Ke-2 ialah kredibilitas lembaganya, serta ke-3 legalitasnya. “Kalau ketiganya tidak jelas janganlah dibarengi,”katanya.

Minggu, 07 Januari 2018

Awal 2018, Bank Mandiri Membuka Lima Program Lowongan Kerja

Awal 2018, Bank Mandiri Membuka Lima Program Lowongan Kerja - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk buka beberapa lowongan pekerjaan di awalnya tahun ini. Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan pelamar bisa mendapatkan semua info serta kriteria mendaftarkan lewat situs www.mandiricareer.net.

Image result for Awal 2018, Bank Mandiri Membuka Lima Program Lowongan Kerja

"Benar (ada rekruitmen). Jadi kami umumnya rekruitmen jika tidak langsung ke kampus ya lewat web," kata Rohan pada Tempo pada Ahad, 7 Januari 2018.

Rohan tidak merinci paket yang ada dalam rekrutmen ini. Akan tetapi berkaca dari tahun kemarin, kata Rohan, Mandiri terima seputar 500 karyawan baru untuk diletakkan di semua Indonesia.

"Itu untuk replacement. Jadi dari seputar 77 ribu karyawan Mandiri, 500 orang pensiun atau keluar serta digantikan," tutur Rohan.

Perbankan pelat merah ini tawarkan lima program lowongan kerja, yaitu Officer Development Program (ODP), Kriya Mandiri, Experienced Hires, Banking Staff, serta Jobs at Subsidiaries. Rohan menjelaskan, paket yang paling banyak akan ditempatkan untuk tempati tempat ODP. Program ODP ini akan menyiapkan karyawan untuk tempati beberapa tingkatan di Mandiri.

Program ini ditujukan lulusan perguruan tinggi baik strata 1 ataupun 2 dengan batas umur semasing optimal 25 tahun serta 27 tahun. Pelamar akan diwajibkan fasih berbahasa Inggris baik tercatat ataupun lisan, belumlah menikah, serta bersedia diletakkan di semua Indonesia.

Program selanjutnya yaitu Kriya Mandiri. Rohan menjelaskan ini adalah program magang yang ditujukan buat lulusan Sekolah Menengah Atas, diploma, atau sarjana. Kriya Mandiri adalah sisi dari program Corporate Social Responsibility perbankan pelat merah ini.

Setelah itu yaitu program Banking Staff. Staf perbankan nanti bekerja memberi service sempurna pada nasabah dalam lakukan transaksi, menghimpun info ihwal client mungkin, memberi keterangan masalah produk perbankan, serta menyikapi aduan konsumen setia dalam mengakhiri masalah yang ditemui.

Ada pula lowongan kelompok Experienced Hires, yaitu rekrutmen tenaga yang lebih profesional sesuai dengan keperluan bank. Paling akhir ialah Jobs at Subsidiaries, yaitu lowongan untuk karyawan yang akan diletakkan di anak usaha Mandiri, seperti Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, Mandiri Inhealth, Mandiri Tunas Finance, Bank Mandiri Taspen Pos, serta Mandiri Penting Finance.

Mengenai waktu pendaftaran rekrutmen ini bermacam bergantung tiap-tiap kelompok program. Rohan menjelaskan rekrutmen masih tetap berjalan saat info berkaitan masih tetap berada di web. Kelompok ODP Bank Mandiri contohnya, di buka tiap-tiap tanggal 1 sampai 10 tiap-tiap bulannya.